nguping sob?

ini bukan cuma tentang Australia, tapi orang asing kebanyakan.

gak mungkin hari ini kita hidup tanpa tidak mau mendengarkan tetangga. pasti satu dua hal yang tidak sengaja terdengar. at least suara manasin motor atau suara tv pasti kedengeran walau sayup. gak perlu lah kita tahu tentang gosip rumah sebelah, karena jika memang sangat signifikan, yang concern gak cuma kita kok, ada kontrol sosial yang akan berlangsung. tenang aja.

terus terang saat ini adalah saat yang saya nantikan cukup lama sejak pak Beye mention bahwa negara kita adalah negara dengan zero enemies. jadi gimana sekarang pak? koreksi yah?

kita harus sadar, bahwa resources kita sangat banyak dan kita trade dengan negara-negara kuat. jadi saat ini kita selalu dijadiin temen karena banyak duit. ibaratnya waktu jaman sekolah dulu, kita selalu punya satu temen yang sangat ‘subur’ jadi kalo main kerumahnya semua mainan dan fasilitas tersedia. that’s it. some of us really into making friends with this kind of people.

kita juga harus sadar, bahwa bangsa kita belum terlalu pandai secara general untuk mengelola sumber daya. ibaratnya ya teman kita tadi, karena semua fasilitas dan mainan disediakan, akibatnya kadang suka kurang kreatif. agak repot kalo diajak susah. kemping misalnya. pasti jadi paling ribet, laper lah, asma lah, masuk angin lah. hahaha. sering banget gue nemu yg seperti itu di jalan.

2 analogi terakhir adalah analogi gue untuk keadaan Indonesia sekarang. Manja dan Kurang Pinter.

nah, udah pasti si anak Manja dan Kurang Pinter ini gak aware kalo resourcesnya banyak yg ngincer, kalo gak ngeh ya pasti marah begitu dikasih tau kalo yg ngincer suka nguping.

ada beberapa pilihan untuk situasi seperti ini:

1. berhenti menjadi manja dan belajar untuk mengelola resources sendiri. bangun orangnya, bukan hanya infrastruktur. kita ini negara kepulauan dan kaya akan budaya, jual itu dulu, baru isi buminya. tunggu tanggal mainnya hotel dan destination management yang gue bangun yah. hehe.

2. jangan cuma ngambek diplomatic, gunakan ini sebagai economic leverage. waktunya kita tanya kenapa deal 100% import sapi hidup dari sana saja? kenapa gak tetangga lain? atau Brazil mungkin? yg jelas bisa diajak kerjasama untuk urusan bio fuel. kalo takut sama bos kenapa gak suggest mindahin pangkalan ke garda timur sekalian? toh gunung mas di timur sudah di keruk dari jaman dulu. bu i guess its not that easy kalo pemerintah kerja sendirian tanpa dibantu bisnis dan masyarakat madani. kita siap bantu, tinggal channelnya aja yg kudu jelas.

3. transformasi sekolah menjadi lembaga yang berpikir outside the box dan tangguh dalam aplikasi bukan hanya pencetak pekerja pintar dan patuh. jadi yang reaksi itu bukan cuma meme tapi public policy dan social treatment lainnya. ini yang kami lakukan di MedFound

these are my two-cents, whats yours?

Advertisements

About pramaditia

roni.pramaditia@gmail.com View all posts by pramaditia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: