Monthly Archives: November 2013

Merauke, Agustus 2008

saya berada di posisi perbatasan antara kabupaten Merauke, Kabupaten Boven Digoel dan Negara Papua New Guinea.

sangat surreal. ajaib rasanya setelah 10 jam terbang dan 3 hari dengan kendaraan roda empat saya masih di Indonesia.

pertemuan dengan ketua suku terasing pun tak terhindarkan. saya bertemu dengan sebut saja Abraham, dia adalah salah satu tetua adat untuk sebuah suku nomaden.

mereka ternyata travelling kurang lebih 400-500km selama 6 bulan terakhir. mereka bergerak menyerupai angka delapan menyesuaikan dengan pergerakan matahari.

mereka bergerak sesuai dengan musim, vegetasi pangan dan hewan buruan. mereka tidak mengenal batas politik dan konsep waktu dalam hitungan menit atau detik.

konsep waktu untuk mereka adalah pergantian siang dan malam serta perputaran bulan dan bintang.

banyak cerita dan pelajaran berharga yang saya dapatkan dari Abraham. salah satunya adalah konsep sekolah.

saya bertanya kenapa anak-anaknya tidak bersekolah, dia menjawab bahwa jika sekolah resmi di Indoensia atau Papua New Guinea anak-anak mereka menjadi ‘bodoh’

ya, ‘bodoh’ dari kacamata Abraham adalah:

1. mereka tidak bisa mencari jalan. karena jalan yang mereka lalui bertanda posisi bulan, bintang, vegetasi, bukit sumber air dan area binatang buruan. kurikulum SD kita tidak mengajarkan hal tersebut.

2. mereka tidak bisa berburu. skill berburu, menguliti dan mengawetkan daging adalah resep yang dimiliki setiap anak papua yang tinggal dan hidup bersama keluarganya, bukan lulusan SD yang kita bayangkan bukan?

3. mereka tidak bisa menjadi ‘Laki-laki’. man of the house, tidak hanya bekerja tapi juga ikut serta merawat dan melindungi keluarga. family takes care of each other. ini yang hilang dari kebanyakan lulusan SD hari ini.

dari cerita ini, saya memikirkan kembali konsep sekolah atau pendidikan untuk anak-anak kita.

have we give our best? do we need to unlearn everything in order to re-learn everything with our children?

sotafoto diambil di Sota,Merauke.

 

Advertisements

pasti bapaknya koruptor!

waktu itu gue, Mandra dan Dex lagi ngopi pagi-pagi. Dex cerita gini, dia ada temen yang masih muda tapi punya cita-cita riding HD electra police, lengkap dengan bagger dan sirene. menurut Dex ‘jauh jauh deh tuh anak dari gue!’ nah, setuju gue. selera memang tidak bisa dikurasi, tapi logika dan common sense selalu jadi pagar pembatas.
gini logikanya, anak muda early twenties itu seharusnya penuh dynamics, emosional dan idealis. sekarang mari gunakan common sense, motor besar adalah salah satu dari sekian banyak bentuk manifestasi anak muda untuk berekspresi. dengan kondisi seperti itu biasanya anak muda ingin yang paling ‘ter’. ya betul! tercepat, ter-keren, ter aneh, pokonya pengen beda deh! nah kembali ke anak tadi, gue gak tau dia pengen ter apa…tapi manifestasi emosinya terwujudkan dalam sebentuk HD electra police. jadi dia anggap, motor cc besar dengan sirene tooot toooot tooooot itu mewakili kondisi emosi dia saat itu. either dia emang pengen jadi Polisi beneran atau hampir pasti bapaknya adalah KORUPTOR!

hari ini kawan saya Wira dan Okta posting hal yang kurang lebih sama di path mereka. jadi apa artinya ini, even dalam sub-kultur pun, koruptor itu dihina, diejek dan dihindari. this, imho, is our finest days of democracy. kudos!

20131127-144631.jpg

20131127-145024.jpg


nguping sob?

ini bukan cuma tentang Australia, tapi orang asing kebanyakan.

gak mungkin hari ini kita hidup tanpa tidak mau mendengarkan tetangga. pasti satu dua hal yang tidak sengaja terdengar. at least suara manasin motor atau suara tv pasti kedengeran walau sayup. gak perlu lah kita tahu tentang gosip rumah sebelah, karena jika memang sangat signifikan, yang concern gak cuma kita kok, ada kontrol sosial yang akan berlangsung. tenang aja.

terus terang saat ini adalah saat yang saya nantikan cukup lama sejak pak Beye mention bahwa negara kita adalah negara dengan zero enemies. jadi gimana sekarang pak? koreksi yah?

kita harus sadar, bahwa resources kita sangat banyak dan kita trade dengan negara-negara kuat. jadi saat ini kita selalu dijadiin temen karena banyak duit. ibaratnya waktu jaman sekolah dulu, kita selalu punya satu temen yang sangat ‘subur’ jadi kalo main kerumahnya semua mainan dan fasilitas tersedia. that’s it. some of us really into making friends with this kind of people.

kita juga harus sadar, bahwa bangsa kita belum terlalu pandai secara general untuk mengelola sumber daya. ibaratnya ya teman kita tadi, karena semua fasilitas dan mainan disediakan, akibatnya kadang suka kurang kreatif. agak repot kalo diajak susah. kemping misalnya. pasti jadi paling ribet, laper lah, asma lah, masuk angin lah. hahaha. sering banget gue nemu yg seperti itu di jalan.

2 analogi terakhir adalah analogi gue untuk keadaan Indonesia sekarang. Manja dan Kurang Pinter.

nah, udah pasti si anak Manja dan Kurang Pinter ini gak aware kalo resourcesnya banyak yg ngincer, kalo gak ngeh ya pasti marah begitu dikasih tau kalo yg ngincer suka nguping.

ada beberapa pilihan untuk situasi seperti ini:

1. berhenti menjadi manja dan belajar untuk mengelola resources sendiri. bangun orangnya, bukan hanya infrastruktur. kita ini negara kepulauan dan kaya akan budaya, jual itu dulu, baru isi buminya. tunggu tanggal mainnya hotel dan destination management yang gue bangun yah. hehe.

2. jangan cuma ngambek diplomatic, gunakan ini sebagai economic leverage. waktunya kita tanya kenapa deal 100% import sapi hidup dari sana saja? kenapa gak tetangga lain? atau Brazil mungkin? yg jelas bisa diajak kerjasama untuk urusan bio fuel. kalo takut sama bos kenapa gak suggest mindahin pangkalan ke garda timur sekalian? toh gunung mas di timur sudah di keruk dari jaman dulu. bu i guess its not that easy kalo pemerintah kerja sendirian tanpa dibantu bisnis dan masyarakat madani. kita siap bantu, tinggal channelnya aja yg kudu jelas.

3. transformasi sekolah menjadi lembaga yang berpikir outside the box dan tangguh dalam aplikasi bukan hanya pencetak pekerja pintar dan patuh. jadi yang reaksi itu bukan cuma meme tapi public policy dan social treatment lainnya. ini yang kami lakukan di MedFound

these are my two-cents, whats yours?


notulensi rapat kerja Lawless Jakarta 5 nov 2013

7:59 tring tung!

ada whatsapp dari Gofar “Cuys, gue telat, jam 10 gue ke sana, masih pindahan nih, sori cuys”

asli gue juga baru bangun sebenernya, setelah di OK kan oleh rekan2 lain,ada whatsapp lagi dari Ucup jam 8:47 bilang katanya udah di toko. haha. sedangkan gue baru beres boker. hari ini kita berencana untuk rapat kerja.

karena Gofar telat, jadi kita bahas hal lainyang bisa kita bahas dulu. agenda hari ini adalah:

1) bahas sales report 2013, financial disclosures etc…

2) bahas target dan production 2014

3) bahas event dan agenda 2014

4)scare tactics, intimidation strategy and interrogation method 2014 (baca MARKETING)

jadi nomer 1 kita skip sampe lengkap semuanya. kita mulai dari nomer 2 which is absurd karena gak bisa bahas no 2 tanpa no 1 final. hahaha. tapi being Lawless ya sudah lah, gas pol. koreksinya belakangan.

di tengah2 pembahasan, tiba2 Ucup ngabarin kalo ada Kawasaki yang mau di jual. Arian nyaut “bawa kemari lah”. pas lagi di tengah meeting, motornya datang. test ride dikit, proses nego nego. DEAL!

ini aneh. baru gue ngalamin meeting di potong sama beli motor. hahaha. welcome to Lawless Jakarta

menjelang sore, tiba tiba Gofar bilang: cuy, mobil gue ada yang mau beli. bentar ya. dan dia pun keluar untuk poles mobil dan delivery.

ini makin absurd! barusan meeting tertunda karena motor, sekarang karena mobil.

hari semakin malam dan akhirnya kita tutup pertemuan hari ini dengan estimasi divden di akhir tahun.

sungguh hari yang absurd. anyway, congratulation for your first billion rupiah of sales Lawless Jakarta. gaspol rock n’roll!