dilema urusan transport

#dilematransport

ini masalah pribadi sebenernya, ini soal pilihan ‘kaki’ dalam berkegiatan di Jakarta. hanya saja gue tertarik untuk share apa yang menjadi concern. mudah-mudahan ada yang sepaham nih

tadinya gue berusaha mendefinisikan kategori jenis kendaraan, konsumsi bbm, plus dan minusnya dalam ukuran Rupiah. tapi sepertinya akan gue simpen untuk lain kali saja. kali ini kita cari yang paling murah dengan ukuran harga akuisisi, konsumsi bbm dan biaya parkir di daerah scbd. gue juga berasumsi dalam satu hari akan jalan kurang lebih 20 km, dengan hitungan cilandak-scbd adalah 10km.

 

mari kita mulai asumsi berikut:

1.  jika ingin menggunakan mobil pribadi dan beli dari baru, kurang lebih harus menebus di angka  Rp 200jt-an. jadi kurang lebih cicilan per bulan sekitar Rp12jt-an untuk kredit 1 tahun. artinya beban cicilan per hari Rp 400rb-an. bbm jelas kudu pertamax dengan harga Rp10.000 per liter dan konsumsi per hari 3 liter (asumsi konsumsi bbm mobilnya di angka 1:7) jadi total biaya bbm adala Rp30rb. parkir area SCBD sekitar 30rb-an per hari.

total: Rp 460.000 per hari – tinggi ya? ya itulah biaya-nya punya kendaran pribadi.

 

2. jika ingin opsi lebih murah, beberapa rekan memilih memiliki motor. dengan asumsi harga motor Rp15jt-an maka cicilan per bulannya jatuh di angka Rp 1,2jt-an untuk kredit 1 tahun. maka Rp 40rb-an beban cicilan per hari. untuk bbm, 1 ltr cukup untuk 3 hari jadi beban per hari adalah Rp 3.000,-. biaya parkir sekitar 10rb-an per hari

total = Rp 53.000 per hari – jauh dari opsi 1 yah? tapi mungkin ketika hujan atau kondisi badan sedang tidak fit akan menjadi masalah.

 

3. bagaimana dengan taksi? memang saat ini tarif amat beragam. kita ambil tarif taksi yang bukan bertarif premium. untuk biaya flagfall sekitar Rp6-7rb-an. tarif per km adalah Rp3000-3600. sekali jalan 10km berbiaya kurang lebih Rp 43.000.

total = Rp 86.000 per hari – lumayan ya? dapet shelter ketika hujan dengan biaya yang tidak jauh dengan punya motor. lumayan bisa jadi backup ketika motor sedang servis atau sedang ada trouble.

 

4. ada opsi lain yang termurah (kadang mahal juga kalo lagi diketok) OJEK!. tanpa komitmen dan service yang jelas, benar-benar tepo seliro ala Indonesia. sekali jalan +/- Rp30rb

total = Rp 60.000 per hari – gak jauh dari punya motor yak?

 

5. ada opsi terkahir, bangun kayak motor gue 1976 Honda C70. harga motor Rp 3jt; biaya restorasi Rp 5jt; kalo di spread 1 tahun maka beban per hari adalah Rp 22rb-an. bbm sama dengan poin 2: Rp 3rb/hari. parkir standard Rp10rb-an.

total:  Rp 35.000 per hari – ini dead cheap, great to ride, convo starter, build sympathy dan bangunnya juga menyenangkan sayang attitude yang beresin “kek perek pantura”.

IMG_6977

Advertisements

About pramaditia

roni.pramaditia@gmail.com View all posts by pramaditia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: