bagaimana caranya untuk tidak egois

13sep2013 0505

‘Ron, udah denger bapaknya Anies meninggal?’ begitu bunyi WA dari mas Wid

agak kaget gue, karena minggu lalu dia berkunjung ke Jogja mengunjungi bapaknya dan terdengar kabar bahwa kondisi membaik. tapi gue gak akan bahas itu disini.

yang ingin gue bahas bagaimana aktivitas gue hari ini bubar karena gue tiba-tiba kudu ngawal dia dan keluarga ke Jogja.

13sep2013 0634

ada telpon dari pihak keluarga, yg intinya bilang tolong bantu mas Anies ke Jogja with all means necesary. singkat cerita, gue kudu make sure bahwa flight prep, airport permits, crew etc stand by dalam 1 jam. dalam keadaan normal, seluruh proses ini memerlukan waktu 3-4jam. fak. gue butuh all the strength and wizardy yg biasa gue punya. ahaha.

setelah make sure semua on process, gue telpon ybs untuk bilang bahwa dia dan keluarga kita tunggu di tempat keberangkatan secepatnya. ini jam jam gue resah dan secara kompulsif memastikan seluruh checklist.

13sep2013 0740

akhirnya rombongan datang dan menunggu, final check in progress. disni gue mulai tenang.

dan kemudian gue mulai kebiasaan ‘buruk’ gue, mengamati orang dan dinamikanya. semenjak datang dan menunggu flight, gue perhatikan mas Anies ini tidak berhenti untuk:

  1. terima seluruh telpon bela sungkawa,
  2. menjawab dengan nada dan tone yang sama,
  3. menenangkan lawan bicara (keluarga/teman/relasi) bahwa almarhum mendapatkan yang terbaik,
  4. mengucapkan terimkasih ke semua pihak. semuanya literally.

karena kebiasaan dan rasa simpati pagi ini, gue tergugah untuk membantu dia di sisi yg lain. personal support. mulailah gue menyediakan cable extender dan usb chargers. karena tempat yg terbatas, gue giring dia untuk duduk di dekat charger.

semakin terdengar detail pembicaraan dia dengan para penelpon (asli, gak berhenti di telpon dia). semakin jelas bahwa orang ini dengan ikhlas menjawab, mendengarkan dan melayani semua orang.

gue refleksi ke diri sendiri, kalo gue di posisi itu gak mungkin gue bisa seperti itu. sangat tidak egois!

13sep2013 0820

terbanglah kita ke Jogja. di dalam pesawat, karena tidak ada signal, dia full-time bercanda dengan anak-anaknya.

pertanyaan gue dalam hati, gimana caranya memisahkan suasana hati dengan mimik muka? gue yakin pasti sedih ditinggal bapak sendiri, but at the same time bercanda dengan anak-anaknya? buat gue impossible. masih banyak harus belajar nih….

13sep2013 0903

tiba di Jogja, saya handover mas Anies dan keluarga ke pihak yang menjemput dan gue balik pulang ke Jakarta.

3 jam terakhir merupakan salah satu 3 jam terbaik dalam hidup gue. dan gue yakin gue masih harus banyak belajar…

IMG_6714

Advertisements

About pramaditia

roni.pramaditia@gmail.com View all posts by pramaditia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: