pesan lebaran

hari ini kita ngantor. walaupun masih sepi, cukup banyak rekan-rekan yang masih ada di ibukota. rencananya, kita diundang semua untuk habilan bersama para petinggi. biasanya, pesan-pesan di acara besar ini menarik. mari kita simak.not us

pesan pertama dari preskom. beliau bercerita tentang bagaimana perusahaan baik cerminnya ada di masyarakat bukan di annual report.

contohnya beliau alami sendiri. begini ceritanya, ketika bulan puasa kemarin, dia sedang berjalan-jalan dengan anaknya ke sebuah tempat supplier di bilangan fatmawati.

ketika akan bayar sang penjual bertanya “pak bon-nya mau yang kosong?”. spontan beliau tolak. kemudian sang penjual menjelaskan bahwa biasanya sebagian besar perusahaan yang belanja di tempatnya minta double bon. supaya ada margin 🙂

sang penjual pun melanjutkan dengan menyebutkan dengan detail perusahaan-perusahaan mana yang sering minta bon extra. surprisingly, dia menyebutkan bahwa perusahaan tempat kami bekerja TIDAK PERNAH minta. fyi, sang penjual tidak tahu dimana preskom kami bekerja. menurut beliau, ini adalah indikator kepercayaan publik terhadap perusahaan.

ini adalah hal yang simple tapi amat sangat berpengaruh terhadap kepercayaan pemegang saham. hal-hal kecil seperti ini yang tidak ada di annual report tapi penting untuk diketahui. apakah kita harus buat report resmi?gak perlu. jadi apakah ini materi social media untuk kantor? i don’t think so either.

not thempesan berikutnya dari founder. beliau dengan santai bicara soal mentalitas.

fyi, beliau seorang kolektor lukisan yang koleksinya sangat desirable.

ceritanya begini. dia pernah memberikan sebuah lukisan kepada sebuah perusahaan drilling oil yang ketika itu masa kontrak kerjasamanya sudah habis. lukisan tsb diterima oleh CEOnya ketika itu.

dalam kesempatan terpisah, pernah juga sebuah lukisan disumbangkan ke sebuah kantor kbri di sebuah negara eropa. alasannya? ‘ini kedutaan Indonesia di eropa, lukisan tentang Indonesianya jangan yang jelek dong’

setelah beberapa tahun, beliau datang kembali ke kantor dilling company tadi. ternyata lukisannya sudah menjadi property perusahaan dan dipajang disalah satu kantor mereka di luar negri. this is impressive, mereka menghargai sebuah penghargaan dan mengakuinya sebagai aset perusahaan. superb!

apa yang terjadi dengan lukisan di kbri tadi? dibawa balik ke jakarta sama dubesnya karena masa tugasnya sudah habis. ha!

ini masalah mentalitas. harusnya bisa membedakan antara aset perusahaan dan aset pribadi.

this is, imho, the core for eradicating corruption.

terakhir dia bilang:
semua harus mencontohkan!

simple yet one of the hardest to apply.

Advertisements

About pramaditia

roni.pramaditia@gmail.com View all posts by pramaditia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: