I will miss Kayu Putih

demam berdarah dan para-typhus diderita istri dan anak berkali-kali selama 2003-2004.

entah kenapa, mungkin juga bertepatan dengan kesibukan kepindahan kami dari Bandung ke Jakarta serta ketidakpastian rumah tinggal sehingga kesehatan mereka terganggu.

saat itulah kami memutuskan untuk mencari rumah di tahun berikutnya.

setelah mengontrak sebuah apartemen di bilangan Kuningan, kami pun pindah ke Kayu Putih. perlu sekian bulan untuk saya adjust dengan lifestyle di wilayah tersebut.

keputusan untuk bertempat tinggal di Kayu Putih ketika itu cukup tepat. setiap pagi untuk ke sekolah anak dan kantor di wilayah Cilandak, kami hanya membutuhkan waktu 20-30 menit via tol. begitu pula ketika waktu pulang, sangat convenient.

wisata kuliner dan hiburan pun tak kalah seru, rasanya setiap 6 bulan pasti ada restoran baru di Kelapa Gading. btw, Kayu Putih – Kelapa Gading hanya 5-10 menit. after midnight food pun luar biasa banyak dan beberapa bisa delivery ke rumah.

ketika musim banjir, akses turun-naik tol sampai ke rumah tidak pernah tergenang. even jalanan depan rumah kami pun tidak pernah tergenang.

mungkin karena alasan-alasan tersebut nilai rumah kami melonjak hingga lebih dari 2 kali lipat pada tahun 2012. di tahun ini juga, kami melihat bahwa waktu tempuh dan biaya perjalanan untuk berkegiatan sudah diluar kemampuan kami. setelah melalui berbagai life-event di tahun ini, kami memutuskan untuk menjual rumah Kayu Putih dan pindah ke Cilandak.

here we go again. bukannya mau komplen…masalahnya kami sudah amat sangat biasa dan betah bertempat tinggal di Kayu Putih. tetangga udah kenal semua. dari mulai yg tukang gosip sampe yang baik hati. kita kenal setiap hansip, satpam, ibu-ibu los pasar sayur, tukang urut, tukang sate, mas-mas tahu baso, bubur ayam, sekoteng dan nasi goreng tek-tek. sulit rasanya meninggalkan mereka dan harus nyari slag baru Cilandak.

percaya atau tidak, elemen-elemen ini adalah proses pendewasaan keluarga kami.

tapi ya sudah, keputusan telah dibuat, rumah Cilandak udah jadi, life moves on.

I will certainly miss Kayu Putih.
I will miss every aspect of that place that made us today.

20130606-203000.jpg

Advertisements

About pramaditia

roni.pramaditia@gmail.com View all posts by pramaditia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: