Monthly Archives: June 2013

what my kids should learn from Monster University

it is a perfect school holiday movie. there are lessons everywhere. I wish my kids can read this right now so they can ask me in person the point that I make in this blog as they watch the movie. this really comes handy in the school situation where they face their peer, competition, and teachers. the following will shape their characters and their system of thinking. gosh I wish I can speak to them as I write this blog as well…

1. inspiration, more than motivation

when you’re down,I doubt that there are people in this world that can motivate you to get back up unless you are willing to do so. but there are many people that will inspire you from corners of your world and sometimes you just need to open your heart, mind and will to see them.

2. we have limitation, its a gift. be all you can be.

you are born not built. you built your own mind fill them with imagination and ideas. you are not perfect. you can not control of what’s given but you can control how you use your imperfection.

3. read. the lines and between the lines.

what I said and what I do is sometimes contradictory. that is because naturally we don’t want confrontation, we want to please everyone. the fact is that you just can’t. so be smart and think. what I said is sometimes is not what I meant. I know its confusing, but just try to do what I said and say what I do in front of me. you need me to guide you through your life. I need you to be my mirror.

4. people let you down is a fact, sad is a choice

I think this is pretty straight forward. life is an option. you can’t control people’s opinion about you. but you can control your feeling, judgement and action towards it.

5. teamwork and leadership. my way, your way or our way.

now, this is a tricky one. 5 minutes is all it takes to make an omelette but building a relationship or an organization takes a lifetime. because it is not just about the result. it is about the processes and the journey you make with your partner, spouse and colleagues. you can’t expect people to understand you when you don’t talk.

6. don’t get caught, is mental model for tiptoeing

sometimes the best approach to things is direct approach. just go forward with what you need. ask people questions without hesitation of being rejected or questioned back. like Nike said: Just Do It.

7. miracles do happen

the universe has its own way of saying ‘yes’ and ‘no’; don’t fight it, be with it, synchronize your life with it.

8. teacher can be wrong. surprise them with your grit

grit is what you need to do point number 6. like clock, be persistence, be clear of what you want.  teachers are people, and sometimes they are wrong.

9. it is important to prove yourself, but much important if you do it in moderation

don’t get cocky kids. nobody likes you when you brag about things. we all know that failure is a delayed success. but once you have succeeded, do you know what to do with such achievement?  do you know how to win gloriously and still respected by your competitor or even enemies? the key is moderation. don’t get too excited when you are winning and don’t be too sad when you lose.

10. be nifty when you choose an opportunity

opportunity does not present twice. but how do you know that it is the right ones? interesting question, because you will never know. it is best to use gut feeling, stick with your choice and be responsible with it!

11. start with what you have, start small and ace everything

we don’t have all the resources that you needed to be succeeded in life. start with what you have and have fun! look inside of what your passion is, align your life accordingly, be good in what you love. be real good. and don’t forget to look after those that can not fulfill their dream.

there are the points that I need to make it clear with my kids today and for the rest of their life.

hope this ends well…

Monsters-University-Mike-Sulley

 

 

…this post is dedicated to Nabila, Zeeva and Rahzel. if you stuck in life, read this…


kenapa (untuk beberapa hal) kita harus belajar dari Malaysia.

selama saya berkunjung ke Malaysia di awal Juni 2013. saya menemukan beberapa hal yang saya rasa kita harus pelajari dan terapkan di tanah air. here it goes.

taat peraturan.

beberapa kali saya melihat para bikers yang terlihat sangar dan terlihat tidak taat hukum, malah sangat menghormati keputusan petugas dan pengguna jalan lainnya. ini terjadi karena aturannya jelas dan mereka mengerti apa hak dan kewajibannya jika mengikuti aturan. yang jelas semua pengguna jalan dilindungi oleh hukum.

beberapa kejadian di Indonesia malah kadang sebaliknya. pengendara yang sekilas terlihat orang ‘ada’, malah sering dianggap arogan dan yang pernah terbukti melanggar hukum justru malah kadang tidak tersentuh oleh hukum. ini aneh nih. cuman karena (terpaksa) terbiasa, masyarakat hanya bisa menghujat, mendoakan mungkin malah ada beberapa yang toleransi dan mungkin bangga akan hal ini.

saya yakin ini bukan karena kita orang Indonesia-nya yang punya mentalitas seperti ini, tapi karena law enforcement kita sangat lemah dan cenderung untuk tidak memiliki wibawa.

masalahnya mungkin dengan penduduk sepadat ini tidak ada kebijakan untuk membatasi dan memfasilitasi jumlah kendaraan roda 2. and that’s coming to my second point.

motor boleh masuk tol.

dalam perjalanan ke dan dari KLIA, taxi kami melewati jalan bebas hambatan berbayar dan surprisingly, kendaraan roda 2 boleh masuk TOL. kebetulan saya tidak melihat motor besar, hanya motor kelas bebek 100-125cc yang wara-wiri saat itu. saya perhatikan mereka selalu berada di jalur paling kiri dan tengah dan hanya mengambil jalur paling kanan untuk take over. beradab sekali!

argumen saya: apakah roda 2 diizinkan masuk tol karena beradab? atau diizinkan masuk ke tol sehingga beradab? jawaban saya cenderung memilih ke yang terakhir, saya percaya jika diberi kesempatan dan ruangan, masyarakat akan merubah mentalitas. mulai dari para pejabatnya of course 🙂

untuk dapet plat nomer gak susah

pelajaran berikutnya adalah masalah plat nomer, banyak sekali rekan-rekan disana yang mengimpor mesin geluntungan dan membangun motor/mobilnya dari scratch. ajaibnya (dibandingkan Indonesia) kendaraan mereka bersurat! fakk gimana caranya?

secara garis besar sangat sederhana. ketika memasukan mesin, importir wajib untuk menyertakan spesifikasi mesin tersebut dalam dokumen import mereka seperti tahun pembuatan, kapasitas, jenis bahan bakar, etc. setelah dirakit dan dijalankan, kendaraan wajib melewati uji emisi dan safety. uji emisi ini pun sama seperti uji emisi di tanah air. uji safety sedikit lebih kompleks, ada pengujian akselerasi dan pengereman yang berjenjang. detailnya akan saya bahas di kesempatan berikutnya. setelah seluruh persyaratan ini dilengkapi, ada sebuah formulir yang harus diisi (dilampirkan hasil uji diatas) dan setelah beberapa hari registrasi beserta nomer kendaraan akan dikirimkan ke alamat kita. untuk plat nomer pun terbuat dari berbagai media, bisa plat besi/resin dan bisa juga sticker sehingga aplikasinya dapat disesuaikan dengan kondisi kendaraan. gampang anjis! kenapa kita gak bisa kayak gitu sih?

bisa travelling ke negara lain tanpa masalah yang berarti

ini juga jadi pelajaran. kami menemukan ada sepasang wisatawan dari Belanda yang spend selama 6 bulan riding dari Vietnam, Laos, Cambodia, Thailand dan Malaysia. nah! this is living. dan coba tebak motor apa yang mereka pakai? Honda Win!

karena penasaran, saya menayakan kenapa mereka memakai Honda Win. mereka jawab, Honda Win adalah motor yang banyak diproduksi di Asia tenggara sehingga jika terjadi satu dan lain hal, hampir semua bengkel motor di Asia Tenggara dapat mengatasinya. Logis.

pertanyaan berikutnya adalah tentang travel documents. mereka bilang perbatasan di asia tenggara emang kadang rese, tapi mainly karena mereka wisman dari Eropa sehingga diasumsikan banyak duit. ini mah urusannya korupsi. haha! tapi secara luas, mereka menyatakan bahwa perbatasan tiap negara aman dan travelling dari satu negara ke negara yang lain tidak menimbulkan masalah yang berarti document wise.

bawa barang promosi bisa dapet resi pajak

nah ini sebenernya tips buat yang lagi mau promo. karena kepergian ke Malaysia kali ini adalah urusan toko, jadi otomatis kita bawa barang promo. di imigrasi KLIA ketentuannya sederhana, jika membawa barang untuk keperluan promosi maka pajaknya di imigrasi adalah 10% dari production cost. jika kita bayar, jangan lupa meminta tanda bukti bayar pajaknya. saya harus akui, mereka cukup disiplin untuk memberikan resi pajak.

lain halnya ketika kita kembali membawa barang sisa promo kembali ke tanah air. mereka meminta surat keterangan bahwa barang tersebut dibuat di tanah air. otherwise mereka minta pajaknya di tempat. ya jelas gak ada, lha wong baru tahu ketika datang. salah sendiri sih kenapa gak nanya yang pengalaman. tapi gak ada yang bisa saya tanya juga soal ini. <- indikasi wawasan kurang nih. jadinya ya saya bayar di tempat. gak ada buktinya sih. jadi ya anggap aja saya asbun. fuckers.

nah yang terkahir adalah sebuah pertanyaan untuk membuktikan betapa besarnya market di tanah air. kalo petronas, shell dan total bisa masuk jakarta, kenapa pertamina gak ada di kuala lumpur?


pesta rakyat Kustom Kulture di Malaysia

3 hari terakhir, kami dari Lawless Jakarta dan SSMC mendapat kehormatan untuk hadir di Art Of Speed Malaysia 2013

saya berangkat dengan banyak pertanyaan. seperti apa sih Kustom Kulture di Malaysia? apa yang kita bisa dapatkan, pelajari dan bagikan dari sana? seberapa besar perhatian yang akan kita dapatkan dari komunitas disana?

pertanyaan pertanyaan ini timbul karena ini adalah kali pertama kami berangkat dengan membawa barang sendiri. tahun lalu Lawless nitip barang ke @vondex dan kali itu barang soldout. kali ini kita belum tentu.

hari pertama ketika kami berkunjung ke venue untuk loading, kami disambut oleh Asep ‘The Boss’ Ahmad dan sengatan matahari Kuala Lumpur. dua-duanya ‘hangat’ dan selalu dalam ‘jarak pandang’.

booth kami terletak di dekat tenda utama dimana pada malam harinya panitia mengadakan pre-party. blues, pizza and beer 🙂 kesempatan untuk mingle dengan participant lainnya.

satu kejadian luar biasa malam ini. untuk saya pribadi seperti ketemu presiden 🙂 ha! saya berkesempatan untuk bertemu Shige Suganuma dari Mooneyes. ini kesempatan untuk mengenal lebih jauh sosok yang cukup berpengaruh di scene Kustom Kulture.

IMG_5210

setelah beberapa kali berbincang ringan dan foto bersama beberapa partisipan lain, kemudian beliau lanjut membagikan sticker dan still say hello ke semua orang dengan senyum. serendah hati inikah profil orang yang merevitalisasi Mooneyes? bersahaja sekali ternyata. makin penasaran nih, bagaimana dengan orang besar lainnya di scene ini?

IMG_5213
esok paginya, kami baru ngeh kalo ternyata booth kami terletak diantara booth yg menjual Dickies, Vans, booth Abah&Sons; Halcyon, booth Kustomfest dan booth Red Garage Malaysia. very kool people with very cool products. and to my surprise, mereka amat sangat welcome dan semuanya belanja di booth kami!

seharian penuh kita jaga booth dan beberapa kali Shige-san mampir untuk menyapa. penjualan hari pertama cukup sukses ditambah pada sore hari menjelang malam banyak sekali fans Lawless Jakarta yang baru tiba dan mengekspresikan kegembiraanya kami hadir di Malaysia

IMG_5238

hari kedua, kami baru tiba menjelang siang karena hujan yang cukup deras membasahi booth kami. plus ada seorang anggota MC lokal yang numpang makan di meja booth, dia berseloroh ‘kalau ada orang numpang makan ditempat kita artinya kita akan dapat rezeki’ haha. ya mudah2an bener deh.

IMG_5274

setelah booth selesai di set up, waktu menunjukan pukul 11 pagi. pengunjung pun datang dan pergi. tidak sadar 80% barang kami sudah laku terjual dan waktu menunjukan pukul 17.20. fakk. makan siang pun tak sempat. bener kata orang tadi, rejeki emang gak kemana.

IMG_5246

sore ini kita tutup dengan berkeliling venue. disinilah saya bisa melihat bahwa orang2 di Kustom Kulture memang orang2 yang sangat beradab dan penuh passion. disini saya banyak belajar bahwa mereka menjalankan kehidupan yang layak untuk dijalankan dan di jalan yg mereka pilih.

IMG_5263


what is it about Lawless Jakarta?

what is it about Lawless Jakarta that I deeply passionate about? its not just a clothing company, its a community.

first, the owners are that of the diversified breed. think about these people: a creative individual, art-school scholar, frontman in one of the best-selling indy-labelled metal band in Indonesia in charge of design and soul of the shop. a voice talent, radio-host, bassist in the previously mentioned band in charge of finance and making sure that the shop runs as it should. another radio host, telented MC, social media darling, writer of best-selling book about how to improperly wear a sarong in charge of social media and online shop. a bike customizer with a midas touch for vintage look and out of the box parts replacements in charge of the store. and lastly me, the person who shares ideas and make things happen for living in charge a bit of store management. look at that, how the hell these people get along in the first place?

secondly, what we do in Lawless is mostly NSFW 18+ activities. very niche market, perhaps hated by many traditionalist yet loveable to those that into Kustom Kulture. we ride vintage motorcycle around town, rain or shine. mostly shine, the only thing we want to get wet is our ladies, ha! we listen to Motörhead, we take pictures of girls on customized motorcycle. we drink beer to celebrate life and wash out pains away. we invite public to see what Kustom Kulture is all about. we are not exclusive society. we are among common people, the difference is that we just stand on the edge of things and we walk what we talk.

third, its not always about production. our production management is a unique process. it does not only depend on sales goals, we cater collaboration. infact, collaboration makes us tick. we believe that market need to be educated. at the same time, we like our niche as well. this is our value. check out our collaboration with SSMC. we put customized motorcycles and artwork in a same room. we put Big V-twin at the same stage with a Lambretta. we respect equality and value customization at the same time. this unusual collaboration creates unusual event that leads to cutting-edge ideas.

having said those above, I think its suffice to say that we are part of community that creates room for improvement to our own self. this is important for us. and as a business, we also improving our production line and hence, boost revenue. but its not business as usual. because we dont want usual result.

20130607-132054.jpg


I will miss Kayu Putih

demam berdarah dan para-typhus diderita istri dan anak berkali-kali selama 2003-2004.

entah kenapa, mungkin juga bertepatan dengan kesibukan kepindahan kami dari Bandung ke Jakarta serta ketidakpastian rumah tinggal sehingga kesehatan mereka terganggu.

saat itulah kami memutuskan untuk mencari rumah di tahun berikutnya.

setelah mengontrak sebuah apartemen di bilangan Kuningan, kami pun pindah ke Kayu Putih. perlu sekian bulan untuk saya adjust dengan lifestyle di wilayah tersebut.

keputusan untuk bertempat tinggal di Kayu Putih ketika itu cukup tepat. setiap pagi untuk ke sekolah anak dan kantor di wilayah Cilandak, kami hanya membutuhkan waktu 20-30 menit via tol. begitu pula ketika waktu pulang, sangat convenient.

wisata kuliner dan hiburan pun tak kalah seru, rasanya setiap 6 bulan pasti ada restoran baru di Kelapa Gading. btw, Kayu Putih – Kelapa Gading hanya 5-10 menit. after midnight food pun luar biasa banyak dan beberapa bisa delivery ke rumah.

ketika musim banjir, akses turun-naik tol sampai ke rumah tidak pernah tergenang. even jalanan depan rumah kami pun tidak pernah tergenang.

mungkin karena alasan-alasan tersebut nilai rumah kami melonjak hingga lebih dari 2 kali lipat pada tahun 2012. di tahun ini juga, kami melihat bahwa waktu tempuh dan biaya perjalanan untuk berkegiatan sudah diluar kemampuan kami. setelah melalui berbagai life-event di tahun ini, kami memutuskan untuk menjual rumah Kayu Putih dan pindah ke Cilandak.

here we go again. bukannya mau komplen…masalahnya kami sudah amat sangat biasa dan betah bertempat tinggal di Kayu Putih. tetangga udah kenal semua. dari mulai yg tukang gosip sampe yang baik hati. kita kenal setiap hansip, satpam, ibu-ibu los pasar sayur, tukang urut, tukang sate, mas-mas tahu baso, bubur ayam, sekoteng dan nasi goreng tek-tek. sulit rasanya meninggalkan mereka dan harus nyari slag baru Cilandak.

percaya atau tidak, elemen-elemen ini adalah proses pendewasaan keluarga kami.

tapi ya sudah, keputusan telah dibuat, rumah Cilandak udah jadi, life moves on.

I will certainly miss Kayu Putih.
I will miss every aspect of that place that made us today.

20130606-203000.jpg


Surprise!

we all know that there are reasons behind every life event. birthdays, death, career changes, relationships etc.

what we don’t accept is the element of surprise that come with it. almost every surprise gave me a tiny shock. I bet am not alone.

and what we lack of are:
– the proper response
– the open-heartness to accept things the way they are.

we need the two above by default in order to move forward.

it takes lifetime to master it and probably longer to be embedded in civilized society.

I am writing this as a self-reminder of who, what & how I was, are and want to be.

thanks to ‘Surprise You’re Dead!’ in 1989 released album The Real Thing by Faith No More, 3 Season and 9 episodes of Game of Thrones and a bit too much on self-confidence lately.


reprhase – a message for social movements and social entrepreneurs.

there’s a blind man sitting helplessly around a street corner.

he posted ‘I AM BLIND, PLEASE HELP ME’ and put a bucket for money donation.

a lot of people walking pass by but only a few throw out coins.

a lady stop by and wonders. she started to change the writings on the board.

people started to actually reading it, smiles and giving money!

the blind man ask her if she changed the message. I didn’t change the message, i just rephrase it, she said.

she wrote: IT’S A BEAUTIFUL DAY, BUT I CAN’T SEE IT.

now that’s the art of rephrasing. we all should suspend the thinking model on how we percieve things in order to bring values.

this goes to all the individuals, organizations and movements that have a purpose to systematically solve a systemic issues in society.

it is possible to send a guilt-free message to public and further i will discuss on how it is more healthy to society and more likely to sustain your social venture.

instead of thinking what failed others think and brag about it, bring something fresh, new and valuable to society.

do your damn thing and get things done!